Bukan Cuma Terima Gaji, Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Aset ala Robert Kiyosaki
Cheat Sheet
18 Aug 2026 17:51
•
2 min read
•
46 views
•
By Redaksi
Robert blak-blakan ngebongkar realita pahit tentang kenapa banyak orang berpendidikan tinggi malah kejebak di rat race alias lingkaran setan kerja keras, terima gaji, bayar tagihan, lalu bokek lagi (foto: Abdullah Alsaibaie/pexels)
FinTrendNews,- Kalimat "sekolah yang rajin biar dapet kerjaan bagus" kayaknya udah resmi basi sejak Robert Kiyosaki merilis mahakaryanya, Rich Dad Poor Dad. Lewat buku ini, Robert blak-blakan ngebongkar realita pahit tentang kenapa banyak orang berpendidikan tinggi malah kejebak di rat race alias lingkaran setan kerja keras, terima gaji, bayar tagihan, lalu bokek lagi. Semua itu berawal dari perbedaan mendasar antara dua sosok ayah yang membentuk sudut pandangnya, yaitu Poor Dad yang merupakan akademisi sukses tapi finansialnya megap-megap, dan Rich Dad, pengusaha tanpa ijazah tinggi yang justru berhasil memupuk kekayaan melimpah.
Pelajaran paling menampar dari buku ini adalah kenyataan bahwa orang kaya itu gak kerja demi uang, melainkan membiarkan uang yang kerja keras buat mereka. Kelas menengah kerap terjebak fomo dan membeli barang-barang yang dikira aset, padahal sebenarnya cuma liabilitas yang makin menguras kantong. Bedanya simpel banget, aset itu nambahin isi dompet seperti saham, properti sewaan, atau bisnis otomatis, sementara liabilitas justru menyedot uang keluar seperti cicilan mobil impian atau saldo paylater yang konsumtif. Orang kaya fokus menumpuk aset, sedangkan orang biasa cuma sibuk mengumpulkan barang yang nilainya terus menyusut.
Selain melek beda aset dan liabilitas, Kiyosaki juga mengingatkan pentingnya fokus membangun bisnis sendiri ketimbang cuma membesarkan kerajaan bisnis bos. Bukan berarti harus langsung resign, tapi mulailah menyisihkan waktu dan modal buat memupuk portofolio pribadi. Orang kaya juga paham betul celah hukum dan perpajakan lewat wadah korporasi. Kalau orang biasa terima gaji langsung dipotong pajak baru sisa uangnya dipakai hidup, pemilik bisnis justru menggunakan pendapatannya buat investasi dan kebutuhan dulu, baru sisanya terkena pajak.
Di akhir perjalanan, kunci utama buat keluar dari jebakan finansial sebenarnya bukan cuma soal kepintaran, tapi keberanian untuk mengeksekusi peluang. Kiyosaki menyarankan agar anak muda terus mengasah financial IQ dengan belajar ilmu penjualan, pemasaran, serta cara membaca laporan keuangan. Rasa takut rugi, malas yang terbungkus kesibukan kerja, hingga kebiasaan mengutamakan bayar tagihan dibanding investasi diri sendiri adalah musuh utama yang harus dilibas kalau mau benar-benar bebas secara finansial.(*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles
Recent Articles
•
IHSG Diramal Mantul, Cek Tiga Saham Gacor Ini Biar Nggak Ketinggalan Cuan!
•
Perkuat Rantai Pasok Menuju Pasar Global, Pemkab di Bengkulu Teken MoU Tripartit
•
Bincang Kopi: BI Bengkulu Pertemukan Petani Kopi Lokal dan Raksasa Coffee Shop!
•
BI x MAS Collab! Sekarang Belanja dan Bisnis Indo-Singapura Bisa Langsung Pakai Rupiah dan Dollar SG
•
Akhir Bulan, IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.525
•
Fix! KKI 2026 Cetak Omzet Ratusan Miliar, UMKM Bengkulu Resmi Go Global
•
Nyungsep di Level Gocap, Saham GOTO Masih Layak Koleksi atau Saatnya Cut Loss?
•
Slay! UMKM Lokal Panen Cuan Rp144,2 Miliar di KKI 2026, Makin Gacor Tembus Pasar Global
•
BI Bantu 32 UMKM Bengkulu Unjuk Gigi di KKI 2026, Cuan Tembus Rp955 Juta
•
BI Gaspol Perluasan QRIS 0% & Luncurkan KKI
Popular Articles
•
Sekolah Rakyat Medan Dikebut, Wakil Wali Kota Warning Drainase Buruk dan Praktik Bongkar Ulang Jalan
•
Arus Kendaraan di Sejumlah Jalur Utama Terpantau Padat Sejak Pagi
•
Momen Kebersamaan Artis Ini Ramai Dibahas Penggemar di Media Sosial
•
Mengenal Obat Cytotec Sebagai Obat Aborsi Ampuh 100% Asli Di Jakarta Utara Wa 082221005617
•
Obat Cytotec Penggugur Kandungan Ampuh Usia 1-7 Bulan Tuntas