Perkuat Rantai Pasok Menuju Pasar Global, Pemkab di Bengkulu Teken MoU Tripartit

Finews 07 Sep 2026 23:10 • 2 min read • 16 views • By Redaksi

Share berita ini

Perkuat Rantai Pasok Menuju Pasar Global, Pemkab di Bengkulu Teken MoU Tripartit
Bupati Kepahiang, Lebong dan Rejang Lebong menandatangani MoU Tripartit yang disaksikan Kepala Perwakilan BI Bengkulu dan Wakil Gubernur Bengkulu.


FinTrendNews ,- Langkah strategi memperkuat posisi Provinsi Bengkulu sebagai lumbung kopi nasional resmi dimulai. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Tripartit untuk mengintegrasikan potensi hulu hingga hilir komoditas kopi daerah.


​Penandatanganan kerja yang sama ini terfokus pada penguatan rantai pasok produksi, perluasan akses pasar, serta pelaksanaan penelitian bersama antar daerah guna mendongkrak daya saing kopi Bengkulu di kancah internasional.


​Bupati Kepahiang, Zurdi Nata,  menyampaikan bahwa sinergi antar tiga kabupaten ini merupakan fondasi penting untuk memastikan kopi Bengkulu benar-benar menembus pasar global.


​"Melalui kerja sama antar daerah ini, kita memperkuat rantai pasok produksi serta membuka pasar dan penelitian bersama. Tujuannya jelas, menjadikan wilayah kita sebagai lumbung kopi nasional yang diperhitungkan di kancah internasional. Terlebih Kepahiang, Lebong dan Rejang Lebong memiliki banyak kesamaan," ujar Zurdi Nata.


​Langkah integrasi ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu. Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyatakan akan terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produksi kopi lokal melalui program pelatihan serta pendampingan intensif kepada para petani.


​Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menekankan pentingnya komitmen pasca peluncuran kerja sama ini. Ia juga menonjolkan penguatan identitas produk lokal agar memiliki daya tawar yang lebih tinggi di pasar luar daerah.


“Program ini harus berkelanjutan setelah diluncurkan. Bengkulu harus memiliki brand sendiri dan tidak lagi membawa nama daerah lain seperti Lampung,” tegas Mian.


​Dari sisi hulu, Mian menjelaskan fokus utama diarahkan pada pendampingan kelompok petani sosial sebagai produsen utama, serta kelompok pelatihan petani kopi secara menyeluruh untuk menjaga standar kualitas hasil panen.


​"Guna memperlancar jalur distribusi ekspor dan perdagangan antar wilayah, pemerintah terus mendorong revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai agar berfungsi optimal sebagai pintu gerbang utama perdagangan Provinsi Bengkulu," tutup Mian.(*)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

FinTrend News