BI Bantu 32 UMKM Bengkulu Unjuk Gigi di KKI 2026, Cuan Tembus Rp955 Juta

UMKM 23 Aug 2026 20:08 • 2 min read • 25 views • By Redaksi

Share berita ini

BI Bantu 32 UMKM Bengkulu Unjuk Gigi di KKI 2026, Cuan Tembus Rp955 Juta
Produk Swarnabumei yang merupakan UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Bengkulu tampil dalam ajang KKI 2026 di Jakarta Convention Center.

FinTrendNews,- Produk lokal Bengkulu terbukti nggak kaleng-kaleng! Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu resmi memboyong 32 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan daerah untuk tampil di ajang tahunan bergengsi Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.


Hasilnya? Gak cuma sekadar mejeng, para pelaku usaha lokal ini sukses mencatatkan angka penjualan fantastis mencapai Rp955,49 juta.

Gelaran KKI 2026 yang berlangsung pada 20-23 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) ini menjadi panggung besar bagi brand lokal untuk scale up. Dari total 32 UMKM yang diikutsertakan secara daring (online), sebanyak 6 UMKM pilihan diterbangkan langsung (luring/offline) ke Jakarta untuk menyapa para konsumen.


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah buah dari inkubasi dan pembinaan intensif yang konsisten.


"Kehadiran 32 UMKM Bengkulu di KKI 2026, baik di sektor wastra, kriya, makanan dan minuman maupun kuliner, adalah manifestasi dari program pembinaan yang konsisten," ujar Wahyu di Bengkulu, Minggu (23/8/2026).


Sektor Wastra dan Kuliner Jadi Star Player

Enam UMKM yang tampil langsung di panggung JCC berhasil menarik perhatian para pengunjung. Di sektor wastra dan kriya, ada Batik Kagano yang memamerkan keindahan kain tradisional Bengkulu, serta Swarnabumei yang mengusung koleksi ready to wear beraksen motif khas Besurek dan Bunga Rafflesia.

Sementara di sektor kuliner (makanan & minuman), empat brand lokal mengisi KKI Mart, yaitu CV Jaya Rasa Bengkulu, Giwigewi, Kerupuk Keite, dan Sari Aren.


Tak cuma berjualan langsung, keikutsertaan para UMKM ini juga dilengkapi dengan agenda business matching. Fasilitas ini memberikan ruang bagi para pengusaha muda dan lokal Bengkulu untuk menjalin kemitraan strategis, menembus rantai pasok (value chain) korporasi, hingga memperluas akses pembiayaan dan potensi ekspor.


Mendorong UMKM Go Global dan Sustainable

Wahyu menegaskan bahwa pendampingan BI bertujuan memperkuat daya saing UMKM di tengah kompetisi pasar yang makin dinamis.


"
Partisipasi UMKM Bengkulu dalam KKI 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar, memperkuat daya saing, serta membuka peluang UMKM untuk terus tumbuh dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar global,"
tambah Wahyu.

Ajang KKI 2026 sendiri diselenggarakan oleh Bank Indonesia bersama 27 Kementerian/Lembaga dan 34 mitra strategis. Selain pameran produk unggulan, acara ini merangkum talkshow seputar ekonomi inklusif dan berkelanjutan, aktivasi digitalisasi pembayaran, hingga ruang interaksi bisnis berskala nasional. Langkah ini diharapkan dapat terus mendorong UMKM daerah agar makin agile, mandiri, dan siap menguasai pasar global. (*)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

FinTrend News