BI Gaspol Perluasan QRIS 0% & Luncurkan KKI
FinTrendNews,- Kabar gembira buat para cashless enthusiast! Bertepatan dengan HUT ke-81 RI, Bank Indonesia (BI) resmi tancap gas memperkuat ekosistem pembayaran digital lewat dua gebrakan baru, yakni perluasan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0% dan peluncuran Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Ritel. Kebijakan ini bukan cuma isapan jempol, melainkan bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 biar sistem pembayaran kita makin canggih, efisien, dan inklusif.
Makin Cuan buat UMKM: QRIS 0% Diperluas
Buat para pemilik usaha, siap-siap makin hemat! Mulai 1 Oktober 2026, BI memperluas kebijakan MDR QRIS 0%. Artinya, untuk transaksi sampai dengan Rp100.000, pelaku usaha tidak dikenakan biaya MDR atau biaya layanan. Khusus buat kategori Usaha Mikro, biaya 0% ini bahkan berlaku untuk transaksi hingga Rp500.000. Tenang saja, buat kita para konsumen, transaksi pakai QRIS dijamin tetap free biaya tambahan, ya! Kebijakan ini
diharapkan bisa jadi booster buat UMKM biar makin semangat go digital.
KKI Ritel Resmi Meluncur, Belanja Jadi Sat-Set
Setelah sukses dengan KKI Segmen Pemerintah, sekarang giliran KKI Segmen Ritel yang hadir buat masyarakat umum dan korporasi. KKI Ritel ini bisa dipakai buat transaksi sehari-hari dengan fasilitas kredit atau penundaan pembayaran. Yang bikin menarik, KKI Ritel ini sudah bisa dipakai buat transaksi QRIS, lho. Ada tiga metode yang bisa dipakai, yaitu Merchant Presented Mode (MPM): scan kode QRIS dari merchant. Consumer Presented Mode (CPM): merchant yang scan kode QR dari aplikasi kita dan QRIS TAP: tinggal tempel HP di alat pembayaran yang sudah NFC. So seamless! Limit transaksinya pun cukup gede, sampai Rp10 juta per transaksi.
Saat ini, sudah ada delapan bank besar yang menerbitkan KKI Ritel, mulai dari BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, PermataBank, Bank Mega, hingga BSI.
Bengkulu Enggak Mau Ketinggalan Digitalisasi
Di Bengkulu sendiri, antusiasme masyarakat terhadap pembayaran digital sudah tinggi banget. Data per Juni 2026 mencatat ada 309.930 pengguna QRIS dengan volume transaksi mencapai 60,6 juta transaksi. Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu pun terus gerak cepat lewat berbagai program, seperti QRIS Banking Race 3.0, digitalisasi di wilayah 3T seperti Pulau Enggano lewat program SIGAP, hingga edukasi ke mahasiswa dan komunitas.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor ini dilakukan supaya inovasi pembayaran makin merata, aman, dan pastinya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Jadi, sudah siap makin cashless hari ini?(*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles