Biar Sembako Enggak Makin Pricey, Pemprov Bengkulu dan BI Gelar Rakor TPID & TP2DD

Finews 19 Aug 2026 18:20 • 2 min read • 35 views • By Aulia

Share berita ini

Biar Sembako Enggak Makin Pricey, Pemprov Bengkulu dan BI Gelar Rakor TPID & TP2DD
Pemprov Bengkulu dan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu mempererat sinergi melalui Rakor TPID dan TP2DD.
FinTrendNews,- Menjaga harga bahan pokok enggak makin pricey dan dompet masyarakat tetap aman, Pemprov Bengkulu bersama Bank Indonesia (BI) Bengkulu menggelar Rakor TPID dan TP2DD, Rabu (19/8/2026).


Agenda ini digelar sebagai langkah strategis buat memperkuat sinergi antara Pemprov Bengkulu, pemerintah kabupaten/kota, BI, serta berbagai stakeholder terkait. Fokus utamanya ada dua: menjaga stabilitas harga sembako dan nge-gas transformasi digital di seluruh pelosok daerah.


Staf Ahli Gubernur Bengkulu Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Zahirman Aidi yang hadir dalam Rakor tersebut menjelaskan kalau urusan menekan angka inflasi enggak bisa jalan sendiri-sendiri, melainkan butuh komitmen dan aksi nyata yang berkelanjutan.

“Pengendalian inflasi harus dilakukan secara bersama dan berkelanjutan, sehingga kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau,” ujar Zahirman Aidi. 

Di kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan kalau gabungan peran TPID dan TP2DD ini bakal jadi kunci utama biar ekosistem ekonomi daerah makin kokoh sekaligus modern.

“Sinergi TPID dan TP2DD menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ekosistem digitalisasi daerah,” kata Wahyu Yuwana Hidayat.

Selain menyusun jurus jitu antisipasi lonjakan harga dan pengamanan jalur distribusi pangan, rapat ini juga secara khusus menyoroti pentingnya adopsi transaksi non-tunai. Lewat penguatan sistem pembayaran digital dalam pelayanan Pemda, proses transaksi masyarakat maupun pemerintah diproyeksikan bakal makin efisien, transparan, dan cashless-friendly.(*)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

FinTrend News